HASAN AL-BANNA
Ia menegakkan amar makruf nahi mungkar di Mesir yang dikuasai imperialis
Inggris. Aroma perjuangannya terus menebar di pelbagai belahan dunia.
Para pengamat menyejajarkan Al-Banna dengan Muhammad Abduh, bagai satu
badan dan ruh. Bila Abduh yang lebih senior dianggap sebagai kepala, Al-Banna
sebagai ekornya. Bila Abduh sebagai otak, Al-Banna sebagai penggerak
kebangkitan perjuangan umat Islam internasional. Keduanya memang tidak berada
dalam satu kurun waktu, namun pemikiran dan visi keduanya berada dalam tujuan
yang sama.
Al-Banna telah mengejutkan Mesir, dunia Arab, dan dunia Islam lewat dakwah,
kaderisasi, serta jihad yang luar biasa. Di dalamnya terdapat pemikiran yang
brilian, daya nalar yang terang menyala, perasaan bergelora, hati yang penuh
limpahan berkah, jiwa yang dinamis nan cemerlang, dan lidah yang tajam lagi
berkesan.
