Laman

Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Februari 2004

Jual Bakmi Sampai ke Mekah

Dalam usaha bakmi, kini Bakmi Tebet sudah menjadi pemimpin pasar. Gerai waralabanya mencapai seratus lebih dan bahkan akan merambah ke mancanegara.
 

www.ciputraentrepreneurship.com
Kabar gembira untuk para penggemar bakmi. Anda tidak perlu khawatir lagi kehilangan makanan favorit itu saat menunaikan ibadah umrah atau haji. Pasalnya, sejak awal September nanti gerai Bakmi Tebet telah hadir di Tanah Suci Mekah, tepatnya di basement Hotel Muawadah, sebelah Hotel Hilton, yang tak jauh dari Masjidil Haram. Khusus dalam menghadapi bulan Ramadan dan Ibadah Haji 1426 Hijriah, rencananya dibuka satu lagi gerai serupa di Tanah Haram. Untuk tahap selanjutnya, akan dibuka satu industri bakso dan bakmi serta enam cabang gerai Bakmi Tebet di Jeddah, baru menyusul kemudian kota Madinah dan Riyadh, ibukota Arab Saudi. 

Minggu, 04 Januari 2004

Melongok Taj Mahal Ciputat

Sukses di dunia penerbitan buku, ia membuka konsultasi gratis dan membentuk Sarekat Wirausaha Islam Terpadu (SWIT).  
 

planetden.com
Kepepet dapat melahirkan kreatifitas? Itulah Yudi Pramuko, yang sehari-hari bekerja sebagai wartawan majalah Islam anak-anak. Saat tidak punya uang dan harus mencukupi kebutuhan istri beserta empat anaknya untuk bisa hidup “layak”, maka muncullah kreatifitas berwirausaha.

Awalnya ia sempat ragu karena belum tahu jalan dan hanya punya uang 260 ribu rupiah dalam buku tabungan. Namun, dengan bismilla hirrohman nirrohim, ia berani mencoba berbuat sesuatu: menerbitkan buku karangan sendiri. Tentu saja, untuk menutup biaya kekuranganya dengan meminjam uang. Ia pinjam sebesar delapan juta rupiah dari ibundanya pada Nopember 2002, hasil dari menjual rumah. “Saya meminjam dengan perjanjian sepuluh bulan akan dilunasi tanpa bunga,” ungkap mantan penyiar beberapa radio swasta Islam di Jakarta ini.  

Minggu, 02 Februari 2003

Ayam Goreng Ala Indonesia

Bisnis ayam bakar dan ayam goreng tak ada matinya. Malah, akhir-akhir ini makin booming.

kaniablog.wordpress.com
Pada dasarnya, orang Indonesia lebih suka mengkonsumsi daging ayam ketimbang daging  ternak.  Pasalnya, harga daging ayam jauh lebih murah ketimbang jenis daging lainnya. Selain itu, daging ayam bergizi tinggi. Daging ayam juga mudah didapat dan diterima semua lapisan masyarakat. Umat Hindu Bali, misalnya, tidak akan makan daging sapi karena mereka memuliakan binatang tersebut.

            Tak heran, jika banyak orang menekuni bisnis ayam. Mulai dari beternak ayam hingga berbagai jenis makanan lezat dari daging tersebut. Yang popular adalah ayam bakar dan ayam goreng tepung yang lebih dikenal dengan fried chicken. 

Jumat, 03 Januari 2003

Mamink Daeng Tata, Pelopor Konro

 
Dalam usaha coto dan konro, warungnya paling laris di Jakarta. Bagaimana resep dan lika-likunya membesarkan warung khas Makasar itu?
 

makassar.tribunnews.com
Garis hidup memang tak bisa ditebak. Apa yang dialami Muhammad Amin atau Mamink adalah contohnya. Dua belas tahun lalu, ia masih berjualan coto dan kontro—makanan khas Makasar—di kaki lima Jalan Soepomo, Jakarta. Karyawannya pun tak lebih dari sepuluh orang. Namun, pada 11 Maret 2001 ia sudah membuka “warung” berukuran 121 meter persegi di Jalan KH. Abdullah Syafi’ie, Jakarta—sekitar satu kilometer selepas Stasiun Kereta Api Tebet bila dari Terminal Kampung Melayu ke arah Jalan Casablanca. Warung itu dinamai Mamink Daeng Tata—diambil dari nama Muhammad Amin saat kecil, dan setelah menikah dijuluki daeng atau yang dituakan oleh keluarga dan masyarakat Makasar.

Rabu, 01 Januari 2003

Hanya Pakai Management by Ilham

Bila berdagang, ia punya kiat khusus. Pernah mendirikan rumah sakit Islam dan kini tetap menekuni sebagai calo tanah.

store.tempo.co
Saat menjabat Bupati Tangerang yang kali kedua, Tadjus Sobirin merasa tersinggung. Bukan kepada teman, atasan maupun bawahannya, melainkan kepada kota Sukabumi, Jawa Barat. Apa pasal? Pada 1990-an, saat ia melintas di kota yang hanya terdiri dari tiga empat kecamatan ini, ternyata telah berdiri rumah sakit Islam yang cukup besar. Sedang Tangerang, kota yang jauh lebih besar dari kota itu sama sekali tidak ada rumah sakit Islam, “Masa sih, Tangerang tidak punya rumah sakit Islam,” gerutu Tadjus, saat itu.

Sabtu, 02 Desember 2000

Menggapai Dua Tiga Pulau Sekaligus

Investasi rumah bergaya klasik dan unik akan mendapat keuntungan berlipat kali jika rumah tersebut disewakan.

www.studioasisten.com
Membeli rumah kedua, ketiga, dan seterusnya, tak hanya sekadar untuk investasi jangka panjang. Tapi, sekaligus bisa digunakan untuk investasi jangka pendek guna menambah pundi-pundi penghasilan.

Tak percaya? Tengok saja perkembangan usaha rumah sewa yang kian menjamur setiap tahunnya, baik di kota-kota besar maupun kota-kota kecil sekalipun. Malah, di Jakarta dan sekitarnya ada yang lebih unik, yaitu bisnis sewa rumah gaya klasik atau unik. Konsumennya, ternyata cukup banyak.