Setelah
memeluk Islam, ia aktif berdakwah: pengajian dari rumah ke rumah dan membangun
masjid. Kini ia menjabat staf ahli Dirut Pupuk Kaltim.
Mushalla itu hanya berukuran
sekitar 4 x 10 meter persegi. Tapi, rumah Allah itu terasa istimewa. Bukan
lantaran arsitekturnya yang indah, tapi setiap Minggu sore, sejak 15.00 hingga
19.00 WIB puluhan jemaah memadati mushalla kecil di tepi jalan Haji Nur, Pasar
Minggu, Jakarta Selatan itu. Mereka kebanyakan keturunan Tionghoa. Ada yang
baru memeluk Islam, ada pula yang telah lama menjadi muslim. Mereka dari sekitar
Jakarta, Tangerang dan Bekasi, lelaki, perempuan, tua, muda.
Dengan takzim mereka duduk bersimpuh membentuk shaf yang rapi, perempuan terpisah dari lelaki, mengikuti
pengajian Ustaz Surya Madya. Bila berhalangan hadir, Ustaz Surya sendiri yang
mencari penggantinya. Usai mendengarkan pengajian, mereka salat Maghrib
berjemaah, dilanjutkan diskusi ringan, membahas agama atau masalah hidup
sehari-hari. Saat tiba waktu Isya, mereka pun menulaikan salat Isya berjemaah.
Keakraban terpancar dari wajah-wajah mereka.
