Laman

Kamis, 08 Januari 2004

Senandung Imani Sang Bunga Mawar

Dalam usianya yang sudah senja, novelis La Rose terus bertekad meneruskan pencahariannya. Kerinduannya kepada Sang Khaliq tak pernah pupus.


www.tamanismailmarzuki.co.id
Boleh jadi, La Rose sudah sangat menyakininya. Kematian adalah suatu tanda kehidupan yang baru. Dan, maut pasti segera menjemputnya suatu saat nanti, entah di mana. Bukankah setiap makhluk hidup pasti mengalami kematian, seperti tersebut dalam Al-Quran: “Kulu nafsin zaiqatul maut” (Setiap yang hidup pasti akan merasakan mati).

Hanya saja, orang yang sangat dicintai telah mendahului. Pada enam April lalu, pagi setelah menjalankan salat Subuh, sang suami dijemput Sang Kholiq, menuju hidup dalam bara api keTuhanan yang baqa.

Selasa, 06 Januari 2004

Ilmuwan dengan Disertasi Luar Biasa

Prof Dr Zakiah Daradjat:

Ia adalah pemikir, psikolog, pendidik, mubalighah. Disertasinya mengenai psikoterapi model non-directive yang pertama di Indonesia.

RUMAH itu tak terlalu besar, berdiri di lahan seluas 150 M2. Warna temboknya putih susu berpadu biru keabu-abuan. Meski tanpa alat pendingin, rumah itu terasa sejuk, terletak di Kompleks Departemen Agama, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan. Di sanalah guru besar Universitas Islam Negeri Jakarta ini membuka praktik konsultasi psikologi selama 38 tahun.
Buka praktik sejak 1965, Zakiah tidak pernah menetapkan tarif. Bahkan dulu kerap pasien-pasiennya hanya membawa buah-buahan sebagai alat pembayar. Ia memang tak mau pasang tarif, karena banyak warga masyarakat yang tak mampu membayar. “Kan rezeki datangnya dari Allah,” kata psikolog yang buka praktik setiap hari sejak pukul 16.00 hingga 20.00 ini.

Senin, 05 Januari 2004

Salat Jumat yang Membawa Hidayah

Setelah menyaksikan banyak orang salat Jumat, ia memeluk Islam. Memahami konsep zakat dan sedekah, ia menyisihkan sebagian hartanya untuk fakir miskin dan anak yatim.

Pagi hari minggu ketiga setiap bulan, puluhan jemaah memadati masjid Namira di Tebet Barat Dalam V, Jakarta Selatan. Mereka mengikuti pengajian yang digelar oleh Majelis Taklim Al-Manthiq pimpinan Dr. Bambang Sukamto -- yang menghimpun para mualaf, saudara seiman yang baru memeluk Islam.
        Seorang di antara mereka, yang hampir tak pernah absen selama beberapa tahun terakhir, ialah Denny Daniel Rawis. Sejak enam tahun lalu, pemasok alat-alat kedokteran ini memeluk Islam. Lelaki kelahiran Minahasa ini memang rajin mendengarkan pengajian di beberapa masjid. Selain di Namira, ia juga mengikuti pengajian di masjid Al-Barkah, tak jauh dari rumahnya di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan. Bahkan belakangan ia juga menjadi bendahara di masjid itu.

Minggu, 04 Januari 2004

Melongok Taj Mahal Ciputat

Sukses di dunia penerbitan buku, ia membuka konsultasi gratis dan membentuk Sarekat Wirausaha Islam Terpadu (SWIT).  
 

planetden.com
Kepepet dapat melahirkan kreatifitas? Itulah Yudi Pramuko, yang sehari-hari bekerja sebagai wartawan majalah Islam anak-anak. Saat tidak punya uang dan harus mencukupi kebutuhan istri beserta empat anaknya untuk bisa hidup “layak”, maka muncullah kreatifitas berwirausaha.

Awalnya ia sempat ragu karena belum tahu jalan dan hanya punya uang 260 ribu rupiah dalam buku tabungan. Namun, dengan bismilla hirrohman nirrohim, ia berani mencoba berbuat sesuatu: menerbitkan buku karangan sendiri. Tentu saja, untuk menutup biaya kekuranganya dengan meminjam uang. Ia pinjam sebesar delapan juta rupiah dari ibundanya pada Nopember 2002, hasil dari menjual rumah. “Saya meminjam dengan perjanjian sepuluh bulan akan dilunasi tanpa bunga,” ungkap mantan penyiar beberapa radio swasta Islam di Jakarta ini.  

Minggu, 02 Februari 2003

Ayam Goreng Ala Indonesia

Bisnis ayam bakar dan ayam goreng tak ada matinya. Malah, akhir-akhir ini makin booming.

kaniablog.wordpress.com
Pada dasarnya, orang Indonesia lebih suka mengkonsumsi daging ayam ketimbang daging  ternak.  Pasalnya, harga daging ayam jauh lebih murah ketimbang jenis daging lainnya. Selain itu, daging ayam bergizi tinggi. Daging ayam juga mudah didapat dan diterima semua lapisan masyarakat. Umat Hindu Bali, misalnya, tidak akan makan daging sapi karena mereka memuliakan binatang tersebut.

            Tak heran, jika banyak orang menekuni bisnis ayam. Mulai dari beternak ayam hingga berbagai jenis makanan lezat dari daging tersebut. Yang popular adalah ayam bakar dan ayam goreng tepung yang lebih dikenal dengan fried chicken

Jumat, 03 Januari 2003

Mamink Daeng Tata, Pelopor Konro

 
Dalam usaha coto dan konro, warungnya paling laris di Jakarta. Bagaimana resep dan lika-likunya membesarkan warung khas Makasar itu?
 

makassar.tribunnews.com
Garis hidup memang tak bisa ditebak. Apa yang dialami Muhammad Amin atau Mamink adalah contohnya. Dua belas tahun lalu, ia masih berjualan coto dan kontro—makanan khas Makasar—di kaki lima Jalan Soepomo, Jakarta. Karyawannya pun tak lebih dari sepuluh orang. Namun, pada 11 Maret 2001 ia sudah membuka “warung” berukuran 121 meter persegi di Jalan KH. Abdullah Syafi’ie, Jakarta—sekitar satu kilometer selepas Stasiun Kereta Api Tebet bila dari Terminal Kampung Melayu ke arah Jalan Casablanca. Warung itu dinamai Mamink Daeng Tata—diambil dari nama Muhammad Amin saat kecil, dan setelah menikah dijuluki daeng atau yang dituakan oleh keluarga dan masyarakat Makasar.

Rabu, 01 Januari 2003

Hanya Pakai Management by Ilham

Bila berdagang, ia punya kiat khusus. Pernah mendirikan rumah sakit Islam dan kini tetap menekuni sebagai calo tanah.

store.tempo.co
Saat menjabat Bupati Tangerang yang kali kedua, Tadjus Sobirin merasa tersinggung. Bukan kepada teman, atasan maupun bawahannya, melainkan kepada kota Sukabumi, Jawa Barat. Apa pasal? Pada 1990-an, saat ia melintas di kota yang hanya terdiri dari tiga empat kecamatan ini, ternyata telah berdiri rumah sakit Islam yang cukup besar. Sedang Tangerang, kota yang jauh lebih besar dari kota itu sama sekali tidak ada rumah sakit Islam, “Masa sih, Tangerang tidak punya rumah sakit Islam,” gerutu Tadjus, saat itu.