Dalam usianya
yang sudah senja, novelis La Rose terus bertekad meneruskan pencahariannya.
Kerinduannya kepada Sang Khaliq tak pernah pupus.
| www.tamanismailmarzuki.co.id |
Boleh jadi, La Rose sudah sangat menyakininya.
Kematian adalah suatu tanda kehidupan yang baru. Dan, maut pasti segera
menjemputnya suatu saat nanti, entah di mana. Bukankah setiap makhluk hidup
pasti mengalami kematian, seperti tersebut dalam Al-Quran: “Kulu nafsin
zaiqatul maut” (Setiap yang hidup pasti akan merasakan mati).
Hanya saja, orang yang sangat dicintai telah
mendahului. Pada enam April lalu, pagi setelah menjalankan salat Subuh, sang
suami dijemput Sang Kholiq, menuju hidup dalam bara api keTuhanan yang baqa.