Laman

Senin, 27 November 2000

Fuel Cell Makin Populer

Karena banyak keistimewaannya, teknologi berbasis methanol atau hydrogen ini sering disebut sebagai microchip di bidang energi.

catacel.com
BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus mengembangkan energi alternative. Bekerjasama dengan lembaga riset dan universitas, baik dalam maupun dari berbagai negara, badan ini melakukan pengkajian soal fuel cell.
Fuel cell adalah sel penghasil listrik berbahan bakar cair seperti methanol dan hydrogen, yang pada awalnya ditemukan Francis Bacon (1904-1992). Kedua bahan bakar cair ini, selain ramah lingkungan lingkungan, juga mampu dikembangkan sebagai sumber energi dengan kekuatan yang ruar biasa besar.

Jumat, 27 Oktober 2000

Gambut Masam Bisa Kembali Normal

Tanah masam, selain menyebabkan tanah tidak subur, tanaman juga tidak bisa berkembang dan akan lebih cepat mati.

 
www.duajurai.com707 × 400
HASIL kajian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan dan Sumber Daya Pertanian (BBPPSDP) sangat mengejutkan, khususnya dalam soal lingkungan pertanian di Lampung dan Jambi. Penurunan produksi pertanian hingga mencapai 50 persen dari keadaan normal. Bahkan, sampai terjadi penurunan kesuburan tanah dan erosi yang mengakibatkan pada kebutuhan pupuk yang makin meningkat. Apa soal? Ternyata, lahan pertanian tersebut yang merupakan lahan gambut makin menjadi masam.

Kamis, 23 Juli 1998

Crony pun Bisa Dijerat

Crony Soeharto ternyata sebagian besar terlibat kolusi korupsi dan nepotisme (KKN). Mereka tidak lepas dari jerat hukum jika pihak kejaksaan memeriksa dengan sungguh-sungguh.


forum.kompas.com
Crony dalam bahasa Indonesia berarti teman atau shabat karib. Menurut  ahli hukum pidana dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Bambang Poernomo, pengertian crony secara hokum sesungguhnya tidak ada. Crony kemudian berkembang sebagai orang-orang yang turut serta dalam pernyataan kejahatan dan permufakatan kejahatan. “Mereka yang sekarang dipanggil ke Kejaksaan Agung, itu sudah masuk dalam kategori crony Soeharto,” tegas Bambang.

Menurut sumber di Kejaksaan Agung (Kejagung) puluhan menteri “Kabinet Pembangunan”, pejabat tinggi lainnya selama rezim Orde Baru berkuasa, konglomerat dan beberapa anggota keluarga Soeharto tidak akan lepas untuk dimintai keterangan di Kejagung dalam kaitan KKN.

Jumat, 03 Januari 1997

Emisi Gas Sangat Berpengaruh Terhadap Kesehatan Manusia dan Pemanasan Global

Sejatinya, emisi gas yang berasal dari hasil bakaran dalam kegiatan manusia merupakan konsekuensi kehidupan sehari-hari di planet bumi ini. Emisi gas yang terjadi, pun bukan semata-mata berasal dari kegiatan manusia, tapi juga dari proses alami. Misalnya, pada pernafasan daun, letusan gunung berapi, proses kehidupan alamiah di hutan, kebakaran spontan dalam hutan, dan proses biokimia yang terjadi di rawa. Gas yang diemisikan secara alami ini, menurut Dr. dr. Rachmadhi Purwaka SKM dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta, merupakan bagian dari proses daur ulang yang selalu terjadi secara dinamik dalam rangka menuju keseimbangan alamiah.

Kamis, 29 Februari 1996

Ekonomi Kita Menderita

ibm-binus-3p.blogspot.com
Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Tunky Ariwibowo memang super sibuk akhir-akhir ini. Mantan direktur PT Krakatau Stell ini seperti takut kehabisan waktu sehingga mesti cepat-cepat merealisasikan efisiensi ekonomi, khususnya dalam industri (produksi) dan perniagaannya. “Kita harus konsisten karena Presiden juga mengingatkan kita harus  melaksanakan deregulasi agar bisa menggenjot ekspor nonmigas,” katanya seusai menghadap Presiden Soeharto di kediaman Jalan Cendana, awal Februari lalu.
Keberanian Tunky melabrak pungutan resmi – leges bir di Bali hanya sebagai contoh kecil “otonomi daerah” karena Pemda Bali ingin menaikkan pendapatan Asli Daerah dari Rp 96 juta menjadi Rp 1 miliar — karena memang bisa mengurangi daya saing produk nasional di tengah era globalisasi. Sekali lagi, kepentingan nasional harus diutamakan. AFTA (Kawasan Dagang Bebas ASEAN) yang akan berlaku tahun 2003, dalam benak Tunky yang memimpin dua departemen (perindustrian dan perdagangan), tentu tak bisa dianggap masih lama.

”Saya Tidak Yakin UU Subversi Dicabut”


ardanblognews.blogspot.com
Di usia tuanya, AIi Said, 69, ternyata masih “galak”. Bersama anggota lainnya, Komnas HAM (Komite Nasional Hak Asasi Manusia) yang dipimpinnya mengajukan rekomendasi kepada pemerintah untuk mencabut Undang-Undang Subversi yang dinilai sudah tidak sesuai dengan situasi sekarang. Terutama karena sifatnya yang terlalu ‘lentur’, sehingga seringkali dinilai banyak kalangan melanggar HAM.
Padahal, ketika pertama kali memangku jabatan ketua MA (1984), ia melontarkan pernyataan yang dikenang hingga saat ini. “BiIa ada orang baru yang berani merombak segala sesuatu yang ditinggaIkan pendahulunya insya Allah akan gagal,” begitu katanya.