Laman

Minggu, 04 Februari 2007

Ibu Kerajaan yang Turun dari Langit

domery
Masyarakat Doi Tung, ternyata dapat juga meninggalkan kebiasaan menanam dan memperdagangkan opium yang sudah turun-temurun ratusan tahun lamanya. Buah sukses masyarakat yang terletak di area pegunungan Doi Tung, sekitar 40 kilometer dari Bandara Internasional Chiang Rai, sisi utara Thailand ini, tidak datang dari satu sisi, melainkan dari semua komponen yang terlibat, baik masyarakat maupun para instrukturnya melalui Mae Fah Luang Foundation di bawah pengawasan kerajaan. 

Dalam bahasa Thailand, mae berarti ibu, fah adalah langit, dan luang berarti kerajaan. Jadi, arti harfiah Mae Fah Luang adalah “Ibu Kerajaan yang turun dari langit”. Penamaan itu sendiri berawal ketika 1965 Ratu Srinagarindra (Ibu kandung Raja  Thailand Bhumibol Adulyadej) datang untuk kali pertama membangun masyarakat terpencil di daerah ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan laut ini dengan menggunakan helikopter. Maklum saat itu jalan raya belum dibangun. Karena itu, sangat mudah beralasan mengapa masyarakat pegunungan ini menyebutnya dengan panggilan “Ibu Kerajaan yang turun dari langit”.

Sabtu, 03 Februari 2007

Kami Bekerja Melebihi Konsep Tanaman Alternatif


www.discoverythailand.com
Sukses masyarakat Doi Tung dan Mae Fah Luang Foundation tidak lepas dari tangan dingin CEO Doi Tung Development Project, Mom Rajawongse Disnadda Diskul. Bagaimana Kuncen, sapaan akrab Mom Rajawongse Disnadda Diskul, “mengendalikan” Doi Tung, ikuti paparannya kepada Domery dan tim rombongan dari BNN Pusat:

Di Doi Tung, kami bekerja melebihi konsep tanaman alternatif. Kami juga menyediakan mereka yang kurang beruntung dengan kesempatan hidup, sementara mengurangi risiko menaruh semua telur pada satu keranjang. Dan pendekatan kami lebih baik dari kehidupan.

Sabtu, 13 Januari 2007

Sulitnya Mengatasi Food Supplement

Ternyata, soal pengawasan food supplement (FS), Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) bukan satu-satunya yang harus bertanggung jawab. Tapi, juga produsen itu sendiri - selain masyarakat luas bila telah beredar di pasar, yang diwakili misalnya YLKI dan YPKKI. Produsen harus melakukan serangkaian pengawasan, dari mulai bahan baku sampai ke proses produksinya. Dari produk akhir hingga dilepas ke masyarakat, mereka harus mempunyai sistem internal kontrol.

Di AS sendiri, setengah pengawasan diserahkan kepada publik. FDA yang begitu sophisticated technology, juga mengalami kesulitan dalam soal mengatasi FS ini, apalagi di Indonesia. "Pasalnya, baik di AS maupun Indonesia FS tergolong low risk dalam hal safety karena penggunaan bahan-bahannya relatif terbatas. Yang herbal juga tidak terlalu berisiko," ujar Kepala Badan POM, Drs. H. Sampurno, MBA.

Sabtu, 06 Januari 2007

Teriak Tiga Kali Secara Bersama-sama

www.lasdipo.com
Narkoba identik dengan racun. Tapi, adakah cara efektif untuk menyampaikan ke anak-anak sedini mungkin, khususnya di sekolah? Jusuf Indarto, Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, rupanya punya kiat tersendiri yang mungkin bisa diterapkan oleh para guru di sekolah.

Setelah anak-anak berdoa, mereka hendaknya disuruh berteriak. Misalnya, tiga kali secara bersama-sama, dengan mengatakan bahwa narkoba itu racun. "Lambat laun, mereka pasti menyadari akan bahaya mengkonsumsi racun, eh narkoba," tutur Jusuf, usai menerima penghargaan penanggulangan bahaya narkoba oleh Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (Bersama) di Jakarta, akhir Juli lalu.

Senin, 01 Januari 2007

Takut Dicap Koruptor

Ia ingin mati dalam kondisi khusnul khotimah. Wafat dalam keadaan baik. Happy ending.

Ibarat membaca buku, riwayat hidup mantan Direktur Utama Asabri, Mayjen TNI (Purn) Subarda Midjaja sudah memasuki bab-bab terakhir alias hampir tamat. Usianya sudah lebih dari 68 tahun pada 2007 ini. la bersyukur pada Tuhan yang memberinya umur panjang. Melampaui rata-rata tingkat harapan hidup orang Indonesia yang 65 tahun. 

Jenderal anti-narkoba ini juga bersyukur di usianya yang sudah senja ini tetap bugar. Kesehatannya relatif baik. Tidak ada penyakit berat seperti jantung, lever atau diabetes, paling keluhan flu dan batuk biasa. Namun, ia selalu siaga sebagaimana ajaran agama yang diyakininya. Islam mengajarkan bahwa ajal bisa datang kapan saja. Setiap saat maut bisa menjemput. Siap atau tidak siap.

Sabtu, 31 Desember 2005

Karena Batal Mengeksekusi Xanana

Xanana batal dieksekusi dan dianggap sebagai pencetus serta otak peristiwa Santa Cruz pada 12 November 1991. Tapi kini Xanana menjadi presiden Timor Leste.

id.wikipedia.org
 Garis hidup memang tak bisa ditebak. Lantaran Letjen TNI (Purn.) Theo Syafei – yang ketika  itu menjabat Panglima Komando Pelaksana Operasi (Pangkolakops) Timur Timur (Timtim) – batal mengeksekusi Xanana Gusmao yang baru ditangkap, Panglima Falintil (jabatan panglima tertinggi dalam struktur Angkatan Bersenjata Fretilin) itu, kini bisa menjadi Presiden Timur Leste.

Rabu, 21 Desember 2005

“Saya adalah Karyawan Allah”

Ia mengaku tak pernah berdoa, sebab bekerja dan berkarya baginya adalah doa itu sendiri. Ia bekerja dan berkarya hanya untuk Dia semata.

http://deisydwi.files.wordpress.com
WAJAHNYA tampak layu. Nafasnya sedikit tersengal-sengal. Badannya tergolek lemas di balai-balai ruang tamu. Namun, saat penulis mengajak ngobrol soal kehidupan, ia tiba-tiba bersemangat. Bangkit dari tidur-tidurannya, ia menyampaikan beberapa pemikirannya, lupa akan penyakit yang sedang diidapnya. Ia adalah Radhar Panca Dahana, salah seorang sastrawan yang cukup produktif.

Hari itu, awal bulan Agustus lalu, sebenarnya jadual untuk cuci darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Tapi, berhubung hari itu rumahnya kemasukan pencuri yang menggondol panel dashboard mobil bututnya, ia pun urung ke rumah sakit. Sejak 19 bulan lalu, sastrawan yang meraih beberapa penghargaan nasional ini menderita gagal ginjal akut sehingga harus menjalani cuci darah tiga kali seminggu a Rp 500.000.