Laman

Kamis, 24 November 2005

“Jatuh Cinta” kepada Rasulullah

Menclok dari agama satu ke agama lain, akhirnya ia menemukan kebenaran Islam. Ia berbahagia mimpi ketemu Rasulullah.  

dewihughesinternationalfoundation.blogspot.com
RAMADHAN sebentar lagi tiba. Tapi, selebriti itu belum juga mendapat “job” sebagai presenter dari beberapa stasiun televisi. Meski begitu ia tenang-tenang saja, sebab ia yakin Allah SWT yang Maha Kaya akan melimpahkan rezeki yang halal kepada umat yang dikehendaki-Nya. Selebriti yang beriman dan tawakal itu adalah Desak Made Hugheshia Dewi, atau lebih dikenal dengan nama Dewi Hughes.
 
Memang, biasanya stasiun televisi menghubungi perempuan bertubuh subur ini pada detik-detik menjelang penayangan acara keagamaan di bulan Ramadhan. Seperti tahun lalu ketika Hughes diminta menjadi presenter acara Sahur Bersama Hughes dan Kaum Hawa (ANTV) dan Jelang Bedug (MetroTV). 

Minggu, 20 November 2005

Hidayah Lewat Buku Kusam

Bekas penginjil ini menemukan kebenaran Islam dalam buku kusam. Dulu pendeta, kini ustaz.

acehselatan.com
JADUAL ustaz ini padat. Sejak pagi hingga tengah malam ia berdakwah. Dari mesjid, hotel, kantor, kampung, dari satu kota ke kota lain. Bahkan sesekali ia berdakwah ke Malaysia, Singapura, Thailand. Selama sebulan, kadang ia hanya satu dua hari saja beristirahat. Itulah Ustaz Syamsul Arifin Nababan.

Suaranya mantap, nada  ceramahnya pun keras. Kalimat-kalimatnya mudah dipahami, ia selalu menyisipkan dalil-dalil Alquran dan hadis dengan fasih. Ia pun mampu menjawab semua keluhan dan pertanyaan jemaah yang bermasalah dengan bijak. Dan tak ketinggalan, ia pun memberikan resep jitu berlandaskan Alquran dan hadis. 

Sabtu, 19 November 2005

Seberkas Cahaya Untuk Membela Wanita

Siapa tak mengenal Lutfiah Sungkar. Satu dari sekian muballigh perempuan yang memperoleh popularitas setelah disosialisasikan media.


www.kapanlagi.com
Lutfiah Sungkar bak seorang dokter spesialis yang lagi laris manis. Setiap Kamis pagi, tepatnya pukul 7.30 WIB, muballigh perempuan (muballighah) ini selalu ditunggu-tunggu para pemirsa Indosiar, khususnya kaum ibu.

Dalam acara Penyejuk Imani Islam yang ditayangkan secara langsung itu, ia mulai menyambut para pemirsa dengan suara nan lembut. Berlahan menuangkan air di jiwa semua orang yang sedang gelisah.


Setelah menyampaikan beberapa kalimat bernas, ia menerima dering telepon dari beberapa pemirsa. Mereka menyampaikan keluhan tentang seputar kehidupan rumah tangga, perselingkuhan atau anak yang dianggap durhaka atau anak yang merasa durhaka. Tak sedikit di antara mereka dibarengi dengan suara isak tangis.

Minggu, 13 November 2005

Antisipasi Upaya Pemurtadan

Dari pemeluk Katolik dan Paguyuban Ngesti Tunggal, akhirnya ia memeluk Islam. Kini ia berdakwah di Yogyakarta dan sekitarnya.

http://duniamuallaf.blogspot.com
Rangkaian dakwahnya lebih banyak mengupas kajian Kristologi: membahas berbagai masalah yang berhubungan dengan kekristenan lewat titik pandang Al-Quran dan hadis. Itulah H. Wahid Rosyid Lasiman, mantan penginjil yang sejak 24 tahun lalu memeluk Islam.

Untuk lebih memperkuat upaya dakwahnya, ia juga menggelar dialog atau konsultasi perbandingan agama, khususnya antara Islam dan Kristen, baik di pondok pesantren miliknya sendiri maupun di majelis-majelis taklim di Yogyakarta. 

Senin, 31 Oktober 2005

Kisah Wartawan Mencari Tuhan

Ia memeluk Islam setelah mengakui agama yang dibawa Rasulullah itu paling sempurna. Setelah menjadi muslim, ia merasa tenang dan damai. 

store.tempo.co
KINI rumah itu sudah berdiri kokoh kembali setelah terbakar habis bersama sederet rumah-rumah lain sekitar 12 tahun silam. Ketika itu, saat sahur tiba, empat hari menjelang hari raya Idul Fitri, rumah itu terbakar habis. Kini, rumah kecil di lahan kurang dari 100 m2 di Jalan Kenari, Depok Utara, itu sudah kembali tertata baik. Ruang tamu rapih dan apik. Di salah satu sudut ruangan bertengger sebuah lukisan abstrak cukup besar. Meja kursi mungil berselimutkan kain warna hijau toska melengkapi keasriannya. 

Di rumah bertingkat dua itulah Suwatdi Bachrun dan keluarganya tinggal. “Alhamdulillah, saya bisa membangun rumah ini kembali. Saat rumah itu terbakar habis beserta isinya, harta saya yang tersisa hanyalah baju yang melekat di tubuh. Namun, berkat ridha Allah, saya bisa membangun rumah itu kembali,” kata Bachrun bersyukur. 

Senin, 24 Oktober 2005

“Yang Perkasa” dari Kepulauan Riau


Ia tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan. Ia berprinsip, di balik musibah pasti ada hikmahnya.

sulselonline.com
Ketika lidah api melahap rumahnya hingga rata dengan tanah, ia berstatus penganggur. Posisi sebagai manajer di sebuah perusahaan kayu terpaksa dilepas, karena ia tidak bersedia ditempatkan di Biak, Irian, dua tahun sebelumnya. Itulah serpihan nasib yang merundung Aziz Berlian, seorang mualaf asal Tanjung Pinang, sejak enam tahun lalu.

Peristiwa itu terjadi pada 29 Oktober 2004, tepatnya di bulan Ramadan, menimpa rumahnya di Perumahan Citra I, Cengkareng, Tangerang. Namun, alhamdulillah ia dan keluarganya selamat, karena saat itu keluarga tersebut sedang berbuka puasa bersama keluarga kakaknya di sebuah restoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Yang tersisa hanya beberapa dokumen dan sebuah Al-Quran, yang biasa digunakan mengaji sehari-hari. 

Jumat, 21 Oktober 2005

Hidayah karena Ceramah Habib Alwi Jamalulail


Karena sering mendengar ceramah Habib Alwi Jamalulail, ia memeluk Islam. Kini ia aktif sebagai juru dakwah dan memberikan terapi spiritual. 
rasajakarta.wordpress.com
Kehadiran Muhammad Tan Gunawan Arief di Masjid Al-Amin, Glodok Plaza, Jakarta Barat, dua atau tiga hari sekali, tidak lain untuk mengimami salat fardu, memberikan tausiah “tujuh menit”, di samping membuka praktik terapi spiritual. 

Gunawan, 54 tahun, pria keturunan Cina yang memeluk Islam sejak 33 tahun lalu, berharap, Masjid Al-Amin milik Bukopin itu bisa diwakafkan keseluruhannya kepada umat. Masalahnya, jemaahnya cukup padat, sepadat pedagang keturunan Cina non-muslim di kompleks pertokoan itu.