Sejatinya,
emisi gas yang berasal dari hasil bakaran dalam kegiatan manusia merupakan
konsekuensi kehidupan sehari-hari di planet bumi ini. Emisi gas yang terjadi,
pun bukan semata-mata berasal dari kegiatan manusia, tapi juga dari proses
alami. Misalnya, pada pernafasan daun, letusan gunung berapi, proses kehidupan
alamiah di hutan, kebakaran spontan dalam hutan, dan proses biokimia yang
terjadi di rawa. Gas yang diemisikan secara alami ini, menurut Dr. dr.
Rachmadhi Purwaka SKM dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia,
Jakarta, merupakan bagian dari proses daur ulang yang selalu terjadi secara
dinamik dalam rangka menuju keseimbangan alamiah.
Jumat, 03 Januari 1997
Kamis, 29 Februari 1996
Ekonomi Kita Menderita
![]() |
| ibm-binus-3p.blogspot.com |
Keberanian Tunky melabrak pungutan resmi –
leges bir di Bali hanya sebagai contoh kecil “otonomi daerah” karena Pemda Bali
ingin menaikkan pendapatan Asli Daerah dari Rp 96 juta menjadi Rp 1 miliar — karena
memang bisa mengurangi daya saing produk nasional di tengah era globalisasi.
Sekali lagi, kepentingan nasional harus diutamakan. AFTA (Kawasan Dagang Bebas
ASEAN) yang akan berlaku tahun 2003, dalam benak Tunky yang memimpin dua
departemen (perindustrian dan perdagangan), tentu tak bisa dianggap masih lama.
”Saya Tidak Yakin UU Subversi Dicabut”
![]() |
| ardanblognews.blogspot.com |
Di usia tuanya, AIi Said, 69, ternyata masih “galak”.
Bersama anggota lainnya, Komnas HAM (Komite Nasional Hak Asasi Manusia) yang
dipimpinnya mengajukan rekomendasi kepada pemerintah untuk mencabut
Undang-Undang Subversi yang dinilai sudah tidak sesuai dengan situasi sekarang.
Terutama karena sifatnya yang terlalu ‘lentur’, sehingga seringkali dinilai
banyak kalangan melanggar HAM.
Padahal, ketika pertama kali memangku jabatan
ketua MA (1984), ia melontarkan pernyataan yang dikenang hingga saat ini. “BiIa
ada orang baru yang berani merombak segala sesuatu yang ditinggaIkan pendahulunya insya Allah akan gagal,” begitu katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)